Khamis, Julai 30, 2009

Misteri Shalat Subuh

Pernah salah seorang penguasa Yahudi menyatakan, mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu kondisi. Bila jumlah jamaah shalat Subuh mencapai jumlah jamaah shalat Jum’at.

Kewibawaan shalat Subuh bukan saja diakui orang muslim. Bahkan seorang Yahudi.pun mengakuinya. Maka tidak selayaknya umat ini mengharapkan kemuliaan, kehormatan dan kejayaan, jika mereka tidak memperhatikan shalat ini. Tanpa shalat Subuh, wibawa umat Islam akan turun.

Permohonan pertolongan dari Allah SWT, hadirnya kebenaran, lenyapnya kebatilan serta tegaknya agama Allah di muka bumi, tidak akan datang kecuali setelah mendirikan shalat. Yang pasti, shalat Subuh serta setelah shalat malam adalah sarana yang sangat penting untuk meraih kemenangan, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Isra’:78-81.

Dalam ayat lain juga disebutkan, “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh, bukankah waktu Subuh itu sudah dekat?” (Hud:81)

Bukankah Allah mampu menghancurkan mereka kapan saja, siang atau malam. Namun mengapa Allah SWT memilih waktu ini? Tak lain karena waktu Subuh adalah waktu perubahan. Inilah saat yang pertama keadilan muncul, setelah kedzaliman. Saat yang pertama kebaikan datang, setelah kerusakan. Sebagaimana kaum Nabi Hud, Tsamud maupun Shaleh, yang ingkar kepada Allah SWT dan dihancurkan pada waktu Subuh. Pada waktu Subuh pula kaum yang beriman diselamatkan.

Ada beberapa keistimewaan shalat Subuh, apalagi jika dilakukan secara berjamaah. Pertama, dimana pahala jamaah shalat Subuh sama dengan pahala shalat malam satu malam penuh. “…dan barang siapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. muslim).

Shalat Subuh juga merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Seperti dijelaskan dalam surah At-Takwin:1-2, di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung dan bintang-bintang pun berjatuhan.

Allah bahkan menjanjikan surga bagi orang-orang yang melaksanakan shalat Subuh. “Barang siapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga” (HR Al-Bukhari). Dua waktu itu adalah Subuh dan Ashar.

Keistimewaan shalat Subuh yang tertinggi adalah melihat Allah SWT di surga. Subhanallah, kenikmatan tertinggi dari sekedar surga. Maka dari itu, masihkah kita akan melupakan jamaah shalat Subuh? Atau bahkan sengaja meninggalkannya?

Tiada ulasan:

Catat Ulasan